Dampak Duduk Terlalu Lama bagi Kesehatan dan Cara Mengatasinya
Duduk itu kelihatannya tidak berbahaya. Bahkan sering dianggap istirahat.
Setelah berdiri lama, duduk terasa seperti hadiah kecil untuk tubuh.
Masalahnya, sekarang kita duduk bukan sebentar. Bisa berjam-jam. Tanpa sadar.
Tanpa jeda.
Saya dulu tidak pernah memikirkan soal ini. Selama pekerjaan beres,
rasanya tidak ada masalah. Duduk di depan layar, bangun sebentar, lalu duduk
lagi. Sampai suatu hari badan mulai terasa aneh. Bukan sakit yang jelas, tapi
tidak nyaman. Pegal yang tidak hilang-hilang. Kepala terasa berat, padahal
tidak sedang capek berat.
Saat itu saya baru sadar, duduk terlalu lama bukan hal sepele.
Tubuh Manusia Tidak Dirancang untuk
Diam Terlalu Lama
Kalau dilihat dari cara tubuh bekerja, sebenarnya manusia dibuat untuk
bergerak. Otot, sendi, dan aliran darah bekerja optimal saat ada pergerakan.
Ketika tubuh terlalu lama diam, banyak sistem berjalan lebih lambat.
Duduk lama membuat aliran darah tidak lancar, terutama di bagian bawah
tubuh. Otot-otot besar jarang dipakai, sendi jarang digerakkan. Awalnya tidak
terasa. Lama-lama mulai muncul rasa kaku.
Masalahnya, rasa kaku ini sering dianggap wajar. “Namanya juga kerja
duduk,” begitu alasannya.
Dampak pada Otot dan Sendi
Salah satu efek paling cepat terasa adalah pegal. Punggung, leher, bahu,
dan pinggang jadi titik keluhan utama. Posisi duduk yang sama dalam waktu lama
membuat otot bekerja tidak seimbang.
Otot tertentu menegang terus, sementara yang lain melemah. Akibatnya,
postur tubuh perlahan berubah. Duduk membungkuk jadi kebiasaan, leher maju ke
depan tanpa disadari.
Kalau dibiarkan, nyeri yang tadinya ringan bisa jadi keluhan rutin.
Banyak orang baru mencari solusi setelah rasa sakit mulai mengganggu aktivitas.
Pengaruh Duduk Lama terhadap Peredaran
Darah
Ini bagian yang jarang disadari. Saat duduk terlalu lama, terutama tanpa
mengubah posisi, aliran darah melambat. Kaki dan pinggul paling terdampak.
Awalnya mungkin hanya terasa kaki agak berat atau kesemutan. Tapi jika
terjadi terus-menerus, tubuh bekerja lebih keras untuk mengedarkan darah. Ini
bukan kondisi ideal.
Beberapa orang merasa cepat lelah padahal aktivitasnya ringan. Salah satu
penyebabnya bisa karena tubuh terlalu lama dalam posisi diam.
Dampak pada Metabolisme Tubuh
Duduk lama juga memengaruhi cara tubuh mengolah energi. Saat bergerak,
tubuh membakar energi secara alami. Saat duduk terus, proses ini melambat.
Banyak orang heran kenapa berat badan mudah naik meski merasa tidak makan
berlebihan. Salah satu faktornya bisa karena terlalu sedikit bergerak sepanjang
hari.
Ini bukan soal olahraga berat atau tidak. Bahkan orang yang rutin
olahraga tetap bisa terdampak jika sisa harinya dihabiskan dengan duduk lama
tanpa jeda.
Efek ke Fokus dan Kondisi Mental
Menariknya, duduk terlalu lama bukan cuma soal fisik. Pikiran juga ikut
terdampak.
Saat tubuh terlalu lama diam, otak cenderung lebih cepat lelah. Fokus
menurun, rasa mengantuk muncul, dan pikiran terasa berat. Banyak orang mengira
ini karena pekerjaan yang membosankan.
Padahal, tubuh hanya butuh bergerak sebentar untuk mengembalikan aliran
energi.
Saya sendiri sering merasa lebih segar hanya dengan berdiri dan berjalan
sebentar, meski tidak sampai lima menit.
Duduk Lama dan Pola Napas
Posisi duduk yang buruk membuat napas jadi lebih pendek. Bahu membungkuk,
dada tertekan, dan pernapasan jadi dangkal.
Dalam jangka panjang, tubuh kurang mendapatkan oksigen optimal. Ini bisa
memengaruhi energi dan konsentrasi.
Tanpa sadar, kita bernapas lebih pendek saat duduk lama dibanding saat
berdiri atau bergerak.
Cara Sederhana Mengurangi Dampak Duduk
Terlalu Lama
Kabar baiknya, solusinya tidak rumit. Tidak perlu alat mahal atau
perubahan drastis.
Beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan:
- Bangun setiap 30–60 menit, meski hanya
sebentar
- Mengubah posisi duduk secara
berkala
- Berdiri saat menerima telepon
- Melakukan peregangan ringan
Gerakan kecil lebih baik daripada tidak sama sekali.
Tidak Harus Olahraga Berat
Banyak orang merasa solusi duduk lama adalah olahraga berat setelah
kerja. Itu bagus, tapi tidak selalu cukup.
Tubuh lebih menghargai pergerakan kecil yang sering dibanding satu sesi
berat tapi sisanya diam total. Aktivitas ringan sepanjang hari membantu menjaga
tubuh tetap “hidup”.
Berjalan sebentar, naik turun tangga, atau sekadar berdiri sudah memberi
dampak positif.
Mendengarkan Sinyal Tubuh
Tubuh biasanya memberi tanda sebelum benar-benar bermasalah. Pegal, kaku,
cepat lelah, atau rasa tidak nyaman yang datang berulang.
Masalahnya, tanda-tanda ini sering diabaikan. Padahal, semakin cepat
disadari, semakin mudah diperbaiki.
Duduk terlalu lama bukan kesalahan besar. Tapi membiarkannya tanpa jeda
itulah yang jadi masalah.
Penutup
Duduk memang bagian dari kehidupan modern. Sulit dihindari. Tapi bukan
berarti harus diterima tanpa perlawanan.
Tubuh tidak meminta perubahan besar. Ia hanya butuh kesempatan bergerak.
Sedikit, tapi rutin.
Kadang, berdiri sebentar dan menarik napas panjang sudah cukup untuk
membuat hari terasa lebih ringan.

Post a Comment for "Dampak Duduk Terlalu Lama bagi Kesehatan dan Cara Mengatasinya"